September 11, 2015
Komunikasi Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komunikasi
adalah pengiriman dan penerimaan pesan dari pengirim kepada penerima dengan
cara yang tepat sehingga pesan tersebut dapat dipahami. Proses terjadinya
komunikasi adalah ketika si pengirim pesan (Komunikator) menyiapkan pesan
(Message) untuk diteruskan kepada seseorang atau kelompok orang melalui suatu
saluran (Channel), dan si penerima pesan (Komunikan) menafsirkan pesan tersebut
untuk diberikan tindakan yang diperlukan sesuai dengan kepentingan pesan itu
sendiri.
Kita
pasti sering mendengar kalimat yang mengatakan, “kunci sukses sebuah organisasi
terdapat pada diri seorang pemimpin” dilain pihak seorang pemimpin yang sukses
adalah pemimpin yang mampu menjalankan komunikasi secara baik. Seorang pemimpin
dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang produktif, yaitu komunikasi yang
melahirkan etos, semangat, imajinasi, cita-cita, gerakan bersama, tanggung
jawab, dan kemauan bekerjasama dan seterusnya. Pemimpin selalu menghadapi
orang-orang yang memiliki ciri-ciri, kharakter, watak dan perilaku yang
beraneka ragam. Komunikasi tidak boleh hanya dibatasi kepada orang-orang yang
mudah diajak ikut serta, karena orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda
itu harus diajak untuk bekerjasama dalam rangka membesarkan organisasi yang
dipimpinnya.
HyperGrace (Kasih Karunia Berlebih)
Buku HyperGrace ditulis
oleh Michael L Brown, seorang profesor yang mengajar di Denver Theological
Seminaruu dan Gordon Conwell Theological Seminary, keduanya merupakan seminari
terkemuka di USA. Beliau memiliki gelar PhD dalam berbagai bidang bahasa dan
litelatur Timur Tengah dari New York University. Dr. Brown uga adalah seorang
tokoh kebangunan rohani pada Brownsville Revival di Pensacola, florida, USA,
sebuah kebangunan rohani yang dikenal luas pada era tahun 1990-an.
HyperGrace endiri secara
sederhana dapat diartikan pengajaran tentang kasih karuni/anugrah yang ditarik
sampai titik ekstrim sehingga tidak lagi sesuai dengan pengajaran anugrah yang
alkitabiah. Ajaran ini juga oleh para pengusungnya dikemas secara menarik
dengan memposisikan atau menyebuutnya sebagai pure grace (anuugrah yang murni)
atau juga grace reformation (reformasi anugrah).
Dengan demikian,
HyperGrace berpotensi untuk menyesatkan orang-orang tulus kebanyakan. Sid Roth,
seorang hambah Tuhan yang dikenal lewat pelayanan TV "It's
Supernatural", bahkan memberi semacam peringatan bahwa Hyper-Grace sangat
mungkin menjadi penyesatan besar di akhir zaman yang akam=n membat jutaan orang
meninggalkan orang.
Karena itu, betapa
pentingnya bagi jemaat Tuhan untuk mengetahui seperti apakah persisnya ajaran
HyperGrace itu. Berikut ini adalah intisari dari ajaran HyperGrace dan ajaran
alkitabiah yang sebenarnya tentang anugrah, seperti yang ditulis di buku
Michael L. Brown.
February 2, 2015
TERIMA KENYATAAN
January 14, 2015
Inspirasi dalam Kehidupanku
Selamat tahun baru 2015,
Hai semua.. Apa kabar ? Semoga kabar baik yach..
Untuk artikel kali ini w pake bahasa informal saja
yach haha.. biar lebih santai.. So what I want to share to day ? Karena di awal
tahun 2015 ini w lgi kangen sekangen kangennya sama orang-orang yang
menginspirasi dalam kehidupan w di tempat kerja dulu, I want to share about
them ^-^ !!! Yihaaaa….
January 8, 2015
RA Kartini - Telkom Speddy Instan 2013
Ketika kita mendengar kata Kartini pasti kita selalu mengingat sosok seorang Raden Ajeng Kartini.
Dia adalah seorang wanita yang memperjuangkan hak kesetaraan wanita
selama masa kehidupannya. Untuk mengenang jasa-jasanya pemerintah
Indonesia menetapkan Raden Ajeng Kartini sebagai Pahlawan Nasional
dan tepat di hari kelahiran beliau tanggal 21 April setiap tahunnya
ditetapkan sebagai Libur Nasional.
Pada
era informasi yang memudahkan setiap orang mengkonsumsi berbagai
informasi baik itu melalui televisi, koran, internet dan beberapa media
lainnya sehingga menuntut setiap orang-orang untuk berpikir lebih
kreatif. Maka dalam rangka memperingati Hari Kartini tidaklah cukup bila
kita hanya mengisinya dengan beberapa jenis acara dan lomba yang biasa
dilakukan pada umumnya. Kita harus memperingati Hari Kartini dengan
lebih melihat dan memperjuangkan peluang-peluang emas serta membuka
cakrawala pemikiran dan pengetahuan untuk memajukan kualitas sebagai
generasi penerus bangsa Indonesia sehingga sesuai dengan cita-cita awal Raden Ajeng Kartini yaitu
menjadikan wanita Indonesia memiliki hak kesetaraan dalam hal
pendidikan, mandiri dan memiliki kesempatan yang sama untuk menguasai
berbagai bidang tanpa memandang status sosial.
Subscribe to:
Posts (Atom)



